Minggu, 14 Juli 2013

Hanya Isyarat

“Kisah aku.. kisah aku tentang seorang sahabat aku yang lahir di negeri orang. Dia hidup dalam keluarga yang sangat sederhana. Setiap kali ibunya harus menyediakan ayam sebagai lauk, ibunya harus pergi ke pasar untuk membeli ayam. Tapi cuma bagian punggungnya saja. Cuma itu yang mampu dia beli. 

Akhirnya, sahabat aku pun itu tumbuh dewasa dengan hanya mengetahui kalau ayam itu cuma mempunyai bagian punggung. Dia ga pernah tau, ada dada, paha, atau sayap. punggung, menjadi satu-satunya definisi dia tentang ayam.

Kalau aku..

Aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya tapi tak kan pernah bisa aku miliki. Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh. Sekelebat kemudian menghilang begitu saja. 
Tanpa sanggup tangan ini mengejar. seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat, sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Tapi sekarang justru menurut aku sahabat aku itu orang yang paling berbahagia. Dia bisa begitu menikmati punggung ayam, karna cuma itu yang dia tahu. Sedangkan aku, aku justru orang yang paling bersedih. Karna aku tahu apa yang ga bakal pernah bisa aku miliki.”



.Rectoverso. 


reblogged dari lupi yang ternyata ngereblog postnya memeh

Minggu, 07 Juli 2013

post in the middle of the night

1:45
bayangkan kamu lagi puasa terus jam 2an gitu kamu haus buanget sampai kayak dehidrasi terus kamu bimbang mau ngelanjutin puasa apa enggak terus akhirnya kamu memutuskan untuk minum diam-diam. lalu, apa yang kamu rasakan? legakah? jawabannya adalah tidak. kamu tidak akan merasakan apa-apa. bahkan rasa 'haaaah' setelah minum itu tidak ada. rasa air itu hambar meskipun memang yang kamu minum adalah air putih. setelah minum air putih itu yang akan terlintas di otak kamu adalah 'ha? opo? wes? mek ngono tok?'  rasanya itu seperti kamu sudah mendambakan sesuatu yang sepertinya sangat menyenangkan tetapi pada kenyataannya itu biasa saja. i've ever done that, so i know exactly what it feels like. tidak, tidak, rasanya bukan biasa saja tetapi bahkan ada rasa sesal karena sudah membatalkan puasa. tapi kalau kamu juga pernah ngelakuin itu dan yang kamu rasakan adalah berbeda ya berarti kita tidak sama.

perasaan saya saat ini bisa digambarkan dengan apa yang saya rasakan saat itu. saat ini saya sedang menjalani apa yang sudah saya dambakan, impikan, inginkan, dapatkan 1 tahun yang lalu dan akan terus menjalaninya hingga 2 tahun kedepan. you better guess because i wont mention it til the end of this post. Ekspektasi saya sebelum mendapatkannya sangat berbeda sekali dengan apa yang saya rasakan dalam satu tahun ini. Awalnya saya kira karena saya memang belum terbiasa dengan pergantian suasana dan lingkungannya, tetapi entah kenapa saya merasa bukan itu.


ekspektasi saya saat air putih itu melewati tenggorokan saya adalah rasa lega yang mendalam tetapi yang saya dapatkan adalah rasa hambar yang meninggalkan jejak sesal dihati saya. setelah saya melihat foto-foto teman saya yang bahagia sekali dengan keadaan lingkungannya yang sekarang, betapa dia  sayang sekali dengan suasana di sana, teman-teman yang asik, yang sepikiran dengan dia, punya teman yang selalu ndukung passionnya dia, yang temannya itu ngerti gitulo tentang passionnya dia.


saya tidak mau jadi orang yang terlalu naif yang tidak meyadari bahwa lingkungan saya berbeda, saya juga tidak mau jadi orang munafik yang tidak mengakui bahkwa saya memang tidak bahagia dengan lingkungan saya, tetapi saya yang juga tidak mau jadi orang yang tidak bersyukur terhadap apa yang selama ini saya inginkan dan ternyata saya dapatkan.

mungkin saat ini saya sedang mengalami penyakit hati. bukan penyakit hati liver, tetapi penyakit hati iri.
2:22