Final Boss
Abis lo dapet keterangan lulus sensor, yang bikin film masih belum bisa nafas lega dulu. Mereka harus menunggu waktu lagi agar filmnya tayang di bioskop. Indonesia gak punya sistem distributor yang ngatur jalannya traffic film di bioskop. Disini lo cuman tinggal ke bioskopnya (dalam kasus ini adalah Cineplex 21 dan Blitzmegaplex) dan minta jadwal tayang.
Beberapa produser yang handal, bisa dengan mudah minta jadwal tayang yang menguntungkan di minggu-minggu liburan misalnya. Produser yang kurang handal (atau baru), terpaksa harus gigit jari dengan pemilihan jadwal tayang mereka kurang begitu menguntungkan. Kadang mereka terpaksa harus nangis di pojokan begitu tau bahwa film mereka dapat jatah tayang 6-7 bulan kemudian dan harus banget barengan sama film James Bond yang baru.
Kemudian setelah jadwal tayang sudah fix, barulah mereka mulai berdoa tiap hari agar film mereka bisa laku. Jeleknya bioskop di Indonesia (atau minusnya sistem distribusi disini) adalah kenyataan bahwa semua kerja keras lo selama berbulan-bulan bikin film, akan dinilai dalam 3 hari pertama penayangan. Dalam 3 hari itu Cineplex 21 itu akan menilai film lo, apakah film lo cukup layak diperpanjang atau nggak. Kalo ya, lo harus berdoa lagi supaya film lo masih cukup kinclong untuk menarik perhatian penonton. Kalo nggak, ya lo harus tabah bahwa semua perjuangan lo cuman kelar sampe situ aja. Itulah kenapa lo sering berada dalam posisi ngomongin film Indonesia yang baru dan temen lo nyeletuk, “Hah? Yang mana ya? Kok gue gak tau?” atau “Gak pernah liat gue di bioskop”. Itu karena emang sistem pemutaran film di negara kita sangatlah kejam.