Senin, 30 September 2013

2 artists of the month

well, today is september 30th. how fast september is! time flies that fast, october is coming so soon and i still have a lot of things i wanna do. too many so i do not really know what is the first thing i should (or i wanna) do. it is so frustating that my brain always command me to do it and that and my body that is so rebel just want to lay on the bed all the time. well, i am not lazy. i am saving my energy because i have to study in the middle of the night due to the exam the next day. oooh and you guys must know that i am being so diligent as hell this month because of the examination thing that i have no time just to write about what i was listening to the week before and before and before.
so, here are my artists of the month

Mew
ooohhhh this band is wonderful as hell! the singer's voice is so unique, unforgettable, and so ear catching. maybe all of their songs are my favorite and the most favorite, the most hypnotized, the most comforting song is "comforting sounds" from Frengers album. the first time i listen to that song i feel like i know what eargasm is hahaha
I don't feel alright in spite of these comforting sounds you make.
I don't feel alright because you make promises that you break.
Into your house, why don't we share our solitude?
Nothing is pure anymore but solitude.
It's hard to make sense, feels as if I'm sensing you through a lens.
If someone else comes, I'd just sit here listening to the drums.
Previously I never called it solitude.
And probably you know all the dirty shows I've put on.
Blunted and exhausted like anyone.
Honestly I tried to avoid it.
Honestly.
Back when we were kids, we would always know when to stiop.
And now all the good kids are messing up.
Nobody has gained or accomplished anything.

other songs that i like are Introducing Palace Players, Special, Am I Wry? No, and many moreeeeeee

Arctic Monkeys
arctic monkeys! yeaayyyy! their new album "AM" is kinda different than their previous albums, but i like it. What i like most is Do I Wanna Know and R U Mine? hahaha am i a mainstream person? well, i dont care. i love those songs like everybody like those too. oooohh and One For The Road is good too and Knee Socks too and also Why'd You Only Call Me When You're High? ooohhh I love ARCTIC MONKEYS! 


okay guys i think thats all i can say and share, bubyeeee

Minggu, 29 September 2013

everybody should know


"I just understood what the chum bucket is on Spongebob.
After all these years, I just realized.
Chum is something that fisherman do as a bait. it's chopped up fish parts.
It's a cannibal restaurant! That's why nobody goes there.
I'm having revelations over here.
I feel like I just discovered Davinci's code or somthing. This really isn't unimportant, but I think people should know.. " - Tumblr Edits
 
WOAAAHHHHHHH

Sabtu, 28 September 2013

New Album Review

Maliq & D'essentials - Sriwedari


Awalnya aku cuma tau yang setapak sriwedari doang, terus di-play deh tuh sampe 9kali gitu sukaaa enak lagunyaa, terus minggu-minggu ini baru tau deh pas maliq di sutos promo album baru "Sriwedari". Kirain mereka cuma ngeluarin single eeehh, ternyata album. yaude download deeeh. oooohhhhh lagunya yang "Dunia Sekitar" enak bangeet!! top tracks deeh! suka juga yang Inilah Kita, Janji, sama Beautiful Disaster. kurang suka sama yang Drama Romantika, awalnya kok ngedangdut gitu yaaa, tapi liriknya eci bangeet.


Ayushita - Morning Sugar 




awalnya itu karna penasaran doang sama albumnya ayushita yang baru soalnya banyak yang scrobble gitu di last.fm jadinya download deeh. dan ternyata enaaakkk!! top tracknya nih, "Fufu-fafa". fufufu fafafa fufufu fafafa fufufu fafafa fa fa fa fa fa........... enyak deeehhh pokoknyaaa. Di Dalam Rasa, Salah, sama Morning Sugar juga enaaak. ooohh sama ini nih Sehabis Hujan yang nude version enaak bingit, bikin eargasm hahaha
MGMT - MGMT


hmmmmmm sayangnya kurang suka sama album barunya MGMT ini. kurang cetar banget. sama kayak Congratulation dulu juga kurang cetar. masih enak albumnya yang Oracular Spectacular sama yang Time To Pretend. I feel probably some of their songs weren't as well written as previous album's sadly. ada sih yang enak dari albumnya yang baru ini, satu doang tapi yang masuk di hati, yang Alien Days. tapi suka album cover albumnya hehe gak tau kenapa. 
Arctic Monkeys - AM




yuhuuuuu awalnya juga karna ada di list rekomendasian dari last.fm sendiri kalau Arctic Monkey ada album baru yaudah terus nyari deh di google link downloadnya. awalnya susah bangeeet di mp3boo.com juga belom ada. lalu seakan-akan dapet ilham buat ngetik "arctic monkey am album leaked" hehehhe yaudah deh akhirnya dapet. awalnya dengerin itu aneh gitu beda aja sama album yang sebelumnya. dengerin 2 kali eeh ternyata ada beberapa yang enak. dengerin 4 kali kok rasanya banyak yang enak yaaaa. apalagi Do I Wanna Know?,  R U Mine?, Why'd You Only Call Me When You're High?  waaaah top tracks-lah itu. yang ada tanda tanyanya itu enak laahh. terus One For The Road juga enaak. sama Knee Socks! huuuuuuuuuu
Belle And Sebastian - The Third Eye Center


gimana yaa riviewnya album ini itu. enak siihhh tapi gimana yaaa... ya enak deeh. tapi enaknya itu enak yang biasa gitulo tapi sekali enak kan tetep enak ehehehhe. top tracksnya nih (I Believe In) Travellin’ Light sama Your Secret. Love On the March, Suicide Girl, sama I Took A Long Hard Look juga enaaak. tracks yang lain mungkin harus didengar lebih sering biar fit sama telinga hehehe

Selasa, 17 September 2013

Ada Apa Dengan Film Indonesia?

"Bikin film itu susah. No shit. Tapi yang mungkin lo semua gak tau adalah bahwa bikin film di Indonesia jauh lebih susah dari yang lo bayangkan. Indonesia bukan Hollywood yang punya banyak duit. Temen gue pernah bilang ke gue bahwa Indonesia gak bakalan bisa bikin film kayakTransformers. Gue bilang sama dia, apa aja bisa kalo lo punya 3 triliun.
Film kita gak ada yang bujetnya sampe 3 triliun. Paling banter kalo dikurs-in ke dollar cuman 4 jutaan dollar. Makanya, bikin film local semuanya harus dilakukan dengan penuh cinta. Berlebihan? Dengerin gue dulu baru lo bakalan ngerti kenapa faktor “cinta” itu penting dalam pembuatan film di sini. 
Stage 1
Syuting film disini gak ada glamor-glamornya. Jangan bayangin kayak film Hollywood. Lo bisa tidur 8 jam sehari selama produksi aja kayaknya udah harus sujud syukur. Jangan harapkan ada AC. Para pemain mungkin bisa kena AC, tapi orang-orang kayak asisten kamera, asisten sutradara bahkan line producer (komandan perang selama produksi) terpaksa harus berpanas-panasan selama… yah, selama produksi berjalan.
Di Hollywood mereka punya standar jam kerja. Kayak orang ngantor. Mereka kerja selama kira-kira 8-10 jam sehari. Lebih dari itu diitung lembur. Jadi kalo lo liat production days film kayak Pirates of Caribbean bisa sampe 200 hari itu karena jam kerja mereka emang terbatas. Di sini kita gak punya kemewahan itu. Jadi, kapankah syuting berakhir? Well, kadang kala syuting bisa berjalan sampai dengan 24 jam sehari. Dan ketika lo udah happy syuting mau kelar, lo harus inget bahwa dalam beberapa jam lagi lo harus udah bangun dan syuting lagi. Makanya faktor “cinta” penting banget disini. Kalo lo gak secinta itu bikin film Indonesia, mending jadi dokter gigi aja. Gak bakalan semrawut itu idup lo. 
Stage 2
Setelah masa produksi berakhir barulah kita masuk ke post-production. Ini adalah masa dimana film diutak-atik jadi bagus. Di Hollywood mereka punya satu tempat, Indonesia nggak. Kalo lo mau film lo jadinya bagus (dan lo punya kelebihan uang), lo harus ke Thailand untuk mixing sound. Atau ke Australia untuk grading warna. Semua ini membutuhkan uang yang gak dikit.
Mereka ngutak ngatik filmnya sampe yang bikin puas (dan ehm, kadang tergantung faktor duitnya masih ada apa nggak juga sih). Sampe akhirnya produser dan sutradara bilang bahwa filmnya siap edar. Berjalanlah mereka ke sebuah tempat bernama Lembaga Sensor Film (LSF) dan berharap bahwa film mereka gak diperkosa sama LSF. 
Mini Boss 
Indonesia gak kayak Amerika yang punya Motion Pictures Association of America (MPAA) yang tugasnya adalah mengklasifikasi jenis film. Merekalah yang menentukan apakah Monster University cocok untuk ditonton anak-anak atau khusus dewasa. Sistem ini menjamin film lo gak bakal disunat, tapi bakalan disesuain jenis penontonnya sesuai materi film.
Disini, sebagai produser film, lo harus banyak berdoa. Kadang, para penyensor film tidak memiliki cara kerja otak yang logis sama kayak kita. Kadang, mereka bisa terganggu oleh hal-hal yang sebenernya gak ada jorok-joroknya sama sekali. Dan ketika lo mau protes, mereka akan ngasih alasan-alasan kocak kayak “film lo kurang mencerminkan budaya Indonesia” atau semacamnya. Dan karena emang hanya mereka yang menentukan ini semua, lo gak ada pilihan lain kecuali nurut. Atau mungkin ngambek dan pindah ke negara. 
Final Boss
Abis lo dapet keterangan lulus sensor, yang bikin film masih belum bisa nafas lega dulu. Mereka harus menunggu waktu lagi agar filmnya tayang di bioskop. Indonesia gak punya sistem distributor yang ngatur jalannya traffic film di bioskop. Disini lo cuman tinggal ke bioskopnya (dalam kasus ini adalah Cineplex 21 dan Blitzmegaplex) dan minta jadwal tayang. 
Beberapa produser yang handal, bisa dengan mudah minta jadwal tayang yang menguntungkan di minggu-minggu liburan misalnya. Produser yang kurang handal (atau baru), terpaksa harus gigit jari dengan pemilihan jadwal tayang mereka kurang begitu menguntungkan. Kadang mereka terpaksa harus nangis di pojokan begitu tau bahwa film mereka dapat jatah tayang 6-7 bulan kemudian dan harus banget barengan sama film James Bond yang baru. 
Kemudian setelah jadwal tayang sudah fix, barulah mereka mulai berdoa tiap hari agar film mereka bisa laku. Jeleknya bioskop di Indonesia (atau minusnya sistem distribusi disini) adalah kenyataan bahwa semua kerja keras lo selama berbulan-bulan bikin film, akan dinilai dalam 3 hari pertama penayangan. Dalam 3 hari itu Cineplex 21 itu akan menilai film lo, apakah film lo cukup layak diperpanjang atau nggak. Kalo ya, lo harus berdoa lagi supaya film lo masih cukup kinclong untuk menarik perhatian penonton. Kalo nggak, ya lo harus tabah bahwa semua perjuangan lo cuman kelar sampe situ aja. Itulah kenapa lo sering berada dalam posisi ngomongin film Indonesia yang baru dan temen lo nyeletuk, “Hah? Yang mana ya? Kok gue gak tau?” atau “Gak pernah liat gue di bioskop”. Itu karena emang sistem pemutaran film di negara kita sangatlah kejam. 
Ending
Setelah tau ini semua, lo bisa nanya, “Kenapa sih, Can, lo semangat banget nyeritain ini semua?” Simple aja: Gue pengen lo tau kerja keras para pembuat film di Indonesia. Karena bikin film Indonesia itu gak gampang dan kurang dihargai. Dan dengan tulisan ini gue berharap agar lo selalu nonton film Indonesia di bioskop karena cuman lo-lah satu-satunya harapan kita di akhir hari. Dan supaya tiap kali ada temen lo yang mau download film Indonesia (atau nonton di youtube, worse) lo bisa tabok mereka sampe berdarah."